Assalamu’alaikum sahabatku…

Sedikit cerita saja….

Sebelum saya hijrah, lebih tepatnya masih tinggal di kampung halaman Indonesia tercinta, dengan mayoritas penduduknya beragam kepercayaan salah satunya nasrani. Bahkan saya banyak berteman dengan mereka.

Saya tahu perayaan mereka, bahkan dulu saya bertamu dan ikut membantu persiapannya. Sampai mengucapkan selamat pun saya angap hal yang lumrah karena banyak yang melakukannya.

Kala saya merantau di negara yang jumlah Muslimnya minoritas, alhmadulilah atas izin Allah Subhanahu Wata’ala hidayah itu menyapa menerangi dan menuntun ke jalan pemahaman tentang hal yang masih tabu.

Saya tahu mengucapkan selamat untuk perayaan mereka itu tidak boleh.!! Saya juga tahu bertamu untuk memenuhi undangan mereka dan mengucapkan selamat pun tidak boleh. Padahal kerabat dan teman banyak yang berbeda akidah.

Saya tahu tak perlu merayakan bersama,tak perlu turut serta dan mendukung cukup membiarkan saja.  karena prinsip akidah seorang muslim “Lakum diinukum wa liyadiin”. Bagimu agamamu, bagiku agamaku (QS. Al Kafirun:6)
Kalian silakan rayakan, Karena bagi kami toleransi antar umat beragama itu membiarkan bukan ikut-ikutan.

Sekarang untuk melakukan hal itu sepertinya gak rela apalagi ridha mengucapkan, Takut murka Allah. Seperti yang kita ketahui mereka meyakini bahwa Isa itu bagian dari yang tiga. Teori trinitas yang mereka yakini, Isa adalah Bapak, Putera dan Roh Kudus.

Padahal prinsip Islam adalah “lam yalid wa lam yuulad” Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Yaitu Allah itu Esa, tidak ada putera atau istilah anak Tuhan.

Jika sahabat masih ucapkan, sama saja sahabat mengucapkan selamat atas kelahiran anak Tuhan.

Insya Allah saya sekarang, berusaha tidak ucapkan lagi … Meskipun mereka tetap memberi ucapan. jangan sampai akidah dan keyakinan rela dikorbankan cuma karena ingin dibilang tolerir dan baik. Baik dengan mereka itu boleh saja, selama bukan ranah agama.

Saya, anda, kita Muslim, masih ucapkan selamat Natal..???

Masih mendukung….? Masih merayakan bersama….?

Waspadalah-waspadalah …

Harus siap menjawab jika ditanya di hadapan Allah kelak. Hisab di sisi Allah itu sungguh berat.

Tugas kita hanyalah memberi penjelasan, Sedangkan hidayah milik Allah. Wallahu waliyyut taufiq

 

by; Noersty

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s