SEORANG WARGA INGGRIS MENJEMPUT HIDAYAH DI HARI YANG PENUH RAHMAT

Namaku adalah “Adrian  Cyrus Antonio” warga London, Inggris.

aku menjadi seorang mualaf sejak umur 17th. Sebelum keislamanku, aku bukanlah penganut agama apapun namun aku bukan pula seorang Atheis, karena aku masih mempercayai Tuhan itu ada.

Berawal dari salah seorang teman muslim yang gemar menasehati sebab kenakalanku .

Panggil ia Taha, seorang remaja keturunan Somalia yang baik hati, (semoga Allah senantiasa melindunginya)

Tak letih ia memberi dakwah kepadaku. Tetapi aku tak peduli dan berusaha menghindari ocehannya, bagaimanapun juga ia tak putus asa dan tetap mendawahiku…

Hingga suatu saat aku sudah merasa kesal dan terganggu oleh omong kosongnya. Maka untuk membuat ia senang dan membungkam mulutnya, apa yang ia katakan aku membenarkan semua dengan iya-iya dan iya .. mengangguk-angguk kepala seolah mengerti apa yang dibicarakannya, padahal entah kemana pikirianku melayang

Aku pikir setelah begitu ia akan berhenti menggangguku..

Kembali lagi ia mengangguku dengan mengundangku untuk ikut bersamanya shalat jum’ah di Masjid

“wah anak ini benar-benar tak kenal lelah” geramku.

Sebenarnya aku ingin sekali mengatakan “TIDAK MAU” namun aku tidak enak hati kepadanya. So aku mencari-cari alasan dengan mengulur-ulur ajakan dia “jumat depan aja ya” begitu terus jawabanku setiap kali ia berusaha mengajak ke Masjid.

3 minggu berturut-turut, pada akhirnya aku lelah sendiri dengan ajakan Taha dan bersedia ikut bersamanya untuk ibadah Jumat di Masjid

Sesampainya di masjid aku merasa gugup, namun Taha menenangkanku “tidak apa-apa, ikuti saja aku” ucapnya.

waktu shalat jumat pun tiba, aku benar-benar dalam kegugupan yang luar biasa.

Aku selalu percaya jika Tuhan itu ada tapi… kali ini mempercayai keberadaan Tuhan dengan sembahyang…? Ini hal baru bagiku !!

Benar-benar tidak tahu apa yg harus dilakukan, jadi aku hanya mengikuti gerakan orang-orang di samping. Ketika dalam sujud aku berkata “Tuhan.. jika Engkau benar adanya, tolong beri aku tanda, biarkan aku merasakan keberadaan Mu”

Setelah selesai sholat, aku tidak dapat menjelaskan bagaimana perasaannya waktu itu tapi  punggung ini terasa seperti memikul sesuatu yg berat, tubuhku terasa berbeda dan pikiran pun jg terasa beda, ada sesuatu yang aneh terjadi seperti rasa bahagia gitu . Aku tahu setelah bangun dari shalat itu sesuatu spesial telah terjadi pada diriku.

Kemudian Taha mengajakku untuk menemui sang Imam, (yang tak akan pernah aku lupakan). Beliau adalah Syaikh Ahmad Saad, kami memiliki perbincangan yang sangat baik. aku mulai menyetujui segala apa yang beliau katakan, hatiku tersentuh dengan pejelasan-penjelasannya dan sepulang dari shalat jum’ah tersebut seharian aku tersenyum bahagia yang tidak biasanya aku merasakan hal seperti ini.

Melalui beliau Allah azzawajallah, Al-Hadi (Maha memberi Petunjuk) membuka pintu hatiku untuk mengikuti agama-Nya yg Haq. Sejak saat itulah moralku berubah drastis, Menjadi seseorang yang murah senyum.

Aku pulang ke rumah dan mulai mendengarkan serta memahami isi kandunganAl-Quran. Pertama, Allah seperti memberikanku petunjuk melalui kebenaran Ilmiah yang ada di dalam Al-Quran dimana pada waktu itu aku sangat tertarik dengan ilmu sains. Selanjutnya aku menemukan adanya keajaiban-keajaiban ilmu bahasa dan Sains di dalam, kembali aku dikejutkan oleh penjelasan Al-Quran.

Kedua, ketika membaca Al-Quran, aku kembali terkejut karena ternyata isinya sangat logis. Al-Quran berisi realita kehidupan manusia, misalnya seperti “ketika manusia beramal, pada umumnya (non muslim) mereka beramal bukan fisabilillah melainkan mereka beramal untuk berlomba-lomba menunjukkan kekayaan mereka.”

Ya !! Inilah realita manusia jaman sekarang. Kemudian, apapun pertanyaan dalam hidupku Allah memberi jawabannya di dalam Al-Quran dengan sempurna .

Satu yang aku pelajari dari Al-Quran adalah kita tidak boleh menggunakan akal pikiran secara berlebihan sehingga tidak mempercayai yang ghoib.

Orang yang berlebihan dalam menggunakan akal mereka akan mulai mempertanyakan segala hal yang buta diluar nalar akal pikiran.

Aku bukanlah orang yang demikian, aku tidak membutuhkan penjelasan untuk hal yang tidak dapat mungkin dibuktikan secara ilmiah.

Berbeda halnya dengan orang yang berfikir secara berlebihan, mereka akan berfikir “kenapa kita tidak dapat melihat Tuhan ?, kenapa begini, kenapa begitu” ..

Aku bersyukur diberikan pemikiran yang simple sehingga aku dapat mempercayai adanya Tuhan. Dan ketika pertanyaan tersebut muncul dibenakku, ah ..sudahlah !!

Ketika aku mempelajari konsep Surga, Neraka dan hari Pembalasan dalam Islam, aku bertekad bahwa jika saat nya hari pembalasan tiba, aku tidak ingin termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surah Zumar atau apa aku lupa, ketika temanku TaHa menjelaskan isi kandungan surah tersebut hatiku bagaikan tertembus oleh peluru.

Isi surah tersebut menggambarkan keadaan manusia saat dibangkitkan pada hari pembalasan dimana mereka akan dibangkitkan sesuai dengan amal perbuatan masing-masing semasa hidupnya di dunia.

Sebagian mereka wajahnya bercahaya dan sebagian yang lain berwajah gelap. Manusia yang merugi akan dihadapkan dengan pintu neraka dan pada saat itu Iblis dan syetan akan berkata kepada mereka “neraka yang kamu dapati bukanlah kesalahanku akan tetapi itu adalah pilihanmu sendiri ketika hidup di dunia”

Dari sini aku mendapati bahwa hidup ini tidak main-main, Al-Quran adalah benar-benar Qalam Allah yang di wahyukan kepada Rasulullah shallallahu alayhi wassalam untuk membawa kabar penting bagi umat manusia sebelum datangnya negeri akhirat.

Ingin sekali aku mendalami Islam dan pergi belajar ke Mesir, namun kedua orangtua ku melarang. Memang sejak awal keislamanku Ayah tidak menyukainya  namun ia memiliki sifat terbuka dan tidak begitu mempermasalahkan aku menjadi mualaf.

Ia berkata “Ayah tidak suka kamu masuk Islam, tapi karena kamu anak ayah dan ayah sangat menyayangimu, maka ayah tak mempermasalahkannya”

Ibuku seorang wanita Syiah, tentu ia bahagia melihat anaknya menjadi muslim, walaupun ada perbedaan diantara kami ia tetap bahagia akan keislamanku.

Berat juga untuk menjadi seorang praktising muslim, apalagi mereka melarangku untuk tidak terlalu ekstrim mengikuti sunnah seperti memanjangkan jenggot dll.. bahkan baju gamisku saja dibuang oleh mereka. Dan masih banyak kesulitan-kesulitan lain, tapi Alhamdulillah Allah memberi kemudahan atas semua yang aku lalui . Tugasku saat ini adalah berdakwah kepada keluargaku yang semua memiliki pandangan yang berbeda-beda. Ibu seorang Syiah, dan Ayah seorang Nasrani tapi masuk agama Syiah hanya untuk formalitas mengawini ibuku, karena peraturan negara Iran jika seorang wanita Syiah menikah dengan non Muslim ia dilarang pulang ke negaranya, dan satu lagi kakak perempuanku seorang Atheis.

Perjalananku menjadi seorang Muslim yang baik masih jauh..

Aku pun manusia biasa pasti ada kekhilafan sebelum islam maupun sesudah keislamanku.. Semoga Allah senantiasa meneguhkan hatiku dalam keistiqomahan kepada agama-Nya yang Haq .

1484012653861

1484012653861