Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Ingin bergabung dalam menyebarkan dakwah islam bersama SahabatFillah Taiwan?

Donasi dapat disalurkan melalui alamat di bawah ini
Tidak perlu khawatir atau takut  insyaallah SahabatFillah Taiwan amanah, karena kami telah resmi bekerja sama dengan DPU Daarut Tauhiid
Amanah dari sahabat Insyaallah akan kami salurkan dengan baik.

Lalu di alirkan kemana saja dana sumbangan nya?
👉Insyaallah dana yang masuk akan di salurkan untuk siapa saja yang membutuhkan mulai dari korban bencana alam, pendidikan islam, fakir, miskin, Suriah, Palestina, Rohingya dll..

Apakah hanya menerima sedekah berupa uang atau bisa dalam bentuk lainnya?
👉 sf menerima sumbangan dalam bentuk
~ Uang
~ gamis Syar’i
~ buku
~ pulsa

note:
🍃 untuk sumbangan dalam bentuk gamis syar’i,  jika tidak terjual maka akan kami gunakan untuk dakwah on the street / dakwah hijab syar i
💐 untuk sumbangan buku jika tidak terjual maka akan disumbangkan untuk masjid atau temapt-tempat yang membutuhkan

Mari Sedekah lagi, sedekah terus
Ayo berbagi harta, ayo berbagi senyum untuk sesama
Donasi dapat dikirimkan melalui alamat yang tertera di bawah ini 👇

🌟 Taiwan
👉 Kuahao di alamat

🌟 no.155, Hanzhong street, wenhua Dist, Taipe City (Inggris)
🌟 臺北市萬華區漢中街155號 (Mandarin)
Atas nama Lala, 0970 285 617

👉 via rekening
Atas nama: LAELATUL FAJRIAH, 00010230874391

🌟Indonesia
4241-01-000778-50-2
BRI AN/ASRINA  Atau

Rekening Peduliku
Mandiri 114.00.0571772.6
BCA 023 099 4200
CIMB Syariah 860003909500
BNI Syariah
0116404323
Bak Muamalat
3510026553
a.n. Yayasan Daarut Tauhiid
☎️ 081541213828

Informasi lebih lanjut

Cp Indonesia
Asrina Suryadi
Eko Yunianto

Taiwan

SahabatFillah Taiwan

Cynde Alhafshah Salafiyah
Azizah Noersty
Lailafaah
Jazakumullah Khairan untuk partisipasi dan bantuan sahabat

Advertisements

Keutamaan Membantu Korban Bencana

🍃Sahabat, bencana alam yang terjadi merupakan panggilan dari Allah ta’ala agar mereka bersabar, ridho, dan berserah diri kepada-Nya. Ia juga merupakan peringatan agar bertaubat dan memperbaiki diri.

🍂Bagi kita yang tidak terkena bencana, bukan berarti kita lebih suci dan lebih taat dari mereka yang terkena bencana. Ini merupakan peringatan Allah ta’ala agar kita lebih banyak bersyukur dan menjaga nikmat-nikmatNya dengan mempergunakannya dalam ketaatan.

🍁Di balik bencana tersebut terdapat ladang amal shalih yang sangat luas. Inilah saatnya bagi kita untuk meringankan beban mereka. Membantu kebutuhan mereka; makanan, minuman, obat-obatan, air bersih, selimut, dan banyak hal mendesak lainnya yang dibutuhkan oleh mereka.

🌱Di sini Allah ta’ala hendak menguji seberapa jauh kepedulian dan ketanggapan kita dalam menolong saudara kita yang sedang kesusahan.

🌴Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ… وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

🌿“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya… Barangsiapa mengurus kebutuhan saudaranya niscaya Allah akan mengurus kebutuhan dirinya. Barangsiapa menyingkirkan sebuah kesusahan hidup dari seorang muslim niscaya Allah akan menyingkirkan kesulitan hidupnya pada hari kiamat kelak.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

☘Sahabat, mari kita bantu mengurangi kesulitan para korban bencana alam dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukannya.

Donasi dapat dikirimkan melalui 👇

🌟 Taiwan
👉 Kuahao di alamat

🌟 no.155, Hanzhong street, wenhua Dist, Taipe City (Inggris)
🌟 臺北市萬華區漢中街155號 (Mandarin)
Atas nama Lala, 0970 285 617

👉 via rekening
Atas nama: LAELATUL FAJRIAH, 00010230874391

🌟Indonesia
4241-01-000778-50-2
BRI AN/ASRINA

Atau

Rekening Peduliku
Mandiri 114.00.0571772.6
BCA 023 099 4200
CIMB Syariah 860003909500
BNI Syariah
0116404323
Bak Muamalat
3510026553
a.n. Yayasan Daarut Tauhiid
☎️ 081541213828

Informasi lebih lanjut

Cp Indonesia
Asrina Suryadi
Eko Yunianto

Taiwan
Cynde Alhafshah Salafiyah
Azizah Noersty
Lailafaah
Jazakumullah Khairan untuk partisipasi dan bantuan sahabat

Kajian Tauhid : 5 Kiat Mengatasi Persoalan Hidup

1.🍒Siap

Siap terhadap apapun takdir Allah, baik yang diharapkan maupun tidak diharapkan🍒
Mengapa? Karena jalan hidup manusia adalah mutlak milik Allah.

Tanamkanlah kesiapan dalam hati untuk menghadapi takdir terbaik atau terburuk sekalipun, jika hati telah menyerahkan hasil hanya kepada Allah maka ujian dan cobaan seberat apapun akan terasa ringan.
Karena tidak akan berubah kehidupan ini dengan menggerutu dan marah terhadap ketentuan Allah yg telah terjadi. Mulailah dengan niat yang baik, ikhtiar semampu kita, tapi jangan terkunci oleh keinginan dan nafsu kita, serahkan semuanya kepada Allah SWT.

Sebagai hamba Allâh Ta’ala, semua manusia dalam kehidupan di dunia ini tidak akan luput dari berbagai macam cobaan, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu merupakan sunnatullâh yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir.

Allâh Ta’ala berfirman:

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’/21:35)

2. 🍭 Ridho 🍭
Manusia haruslah Ridho terhadap sesuatu yang telah terjadi. Bersabarlah, insyaallah akan Allah catatkan kesabaran itu sebagai amal shaleh bagi hamba Nya yang mau bersabar tanpa mengeluh atas ketentuan Nya.
Apabila kita sudah siap untuk menerima berbagai cobaan dari awal dan bukan di akhir, InsyaAllah kita akan menjadi lebih tenang dan lebih siap dalam menghadapi berbagai ujian dalam hidup kita.

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Bagaimanapun keadaannya, dia tetap masih bisa meraih pahala yang banyak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999

3.🍩 Jangan Mempersulit Diri 🍩

Sekarang ini banyak sekali manusia yang mempunyai masalah kecil tapi dijadikan besar olehnya sendiri. Andaikata kita mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisasi, dan mempersulit diri. Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri. Selain tidak pada tempatnya, pasti ia juga membuat masalah akan menjadi lebih besar, lebih seram, lebih dahsyat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan yang aslinya, Tentu pada akhirnya kita akan merasa jauh lebih nelangsa, lebih repot di dalam menghadapinya/mengatasinya.
Setiap kita mendapatkan masalah, pada umumnya kita menderita karena pikiran kita sendiri. Banyak orang menderita karena memikirkan yang belum ada dan bukan mensyukuri yang sudah ada. Orang tersebut bukan kurang rizki tetapi kurang iman. Yang sulit bukanlah masalahnya melainkan hati kita yg sempit untuk syukur.

Sebagian orang mengatakan, “Orang yang bertakwa itu tidak pernah merasa fakir (miskin atau merasa kekurangan) sama sekali.” Lalu ada yang bertanya, “Mengapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Karena Allah Ta’ala berfirman:

{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)”

4. 🍬Evaluasi Diri 🍬
Terkadang kita lalai dalam mengevaluasi diri kita setelah tertimpa masalah/musibah. Kebanyakan manusia cenderung lebih suka mencari-cari kesalahan orang lain daripada instropeksi diri.
Tidak ada satupun masalah atau musibah yang ditimpakan pada manusia tanpa sebab. Mungkin saja Allah menimpakan musibah itu karena dosa kita. Dalam menghadapi berbagai masalah pun kita harus ingat bahwa tidak ada satupun masalah yang tidak ada solusinya.
Pada intinya , kita harus instropeksi terhadap kesalahan diri kita sendiri dan jangan melihat/mencari kesalahan orang lain. Seperti kisah Nabi Adam A.s. yang memakan buah terlarang dan akhirnya dikirim ke dunia sebagai hukuman. Beliau menjadi mulia karena bertaubat dan bukan karena menyalahkan iblis yang telah membujuknya.

Salah satu bentuk evaluasi diri yang paling berguna adalah menyendiri atau malam hari sebelum tidur, mengingat dosa dan berbagai amalan apa yang telah dilakukan.

Diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab, beliau mengatakan,

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ

Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)” [HR. Tirmidzi]
5. 🍎Cukuplah Allah Sebagai Penolongnya🍎
Seringkali sebagai manusia, kita bersandar kepada jabatan, kekayaan, suami, istri, orangtua, saudara/kerabat dengan jabatan tinggi, dsb. Namun satu hal yang tidak kita sadari adalah kita sering bergantung kepada sesuatu yang tidak kekal. Kaya bisa menjadi miskin, kerabat bisa meninggal atau hubungan bisa menjadi renggang dan jabatan seseorang bisa hilang sewaktu-waktu.
Begitu semua hal tersebut diambil/hilang kita akan kehilangan tempat bergantung. Namun apabila kita bersandar kepada Allah SWT zat yang maha kekal,  kita tidak akan kehilangan apa-apa karena kita bersandar kepada yang kekal dan pemilik alam semesta. “Hasbunallahu wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir” Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.

Pengharapan total pada Allah adalah amalan batin. Kita harus proporsional dalam bertindak, jangan sampai kita salah mengartikan “bergantung sepenuhnya kepada Allah” menyebabkan kewajiban kita sebagai manusia, yaitu  beikhtiar, bukan berdiam diri dan tidak berusaha . Perhatikan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikut ini: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS ar-Ra’du [13] : 11)
🏵🏵🏵🏵

Semoga Allah ta’ala selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada hamba-hambaNya dalam menghadapi&menyikapi berbagai masalah yang  kita hadapi, Aamiin

🏵🏵🏵🏵